Polres Tanjungbalai - Kapolres Tanjung Balai AKBP Triyadi, S.H., S.I.K bersama Plt. Walikota Tanjung Balai H. Waris Thalib, S.Ag., M.M menemui peserta Aksi Unjuk Rasa Dari Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Tanjung Balai - Asahan
Kegiatan unjuk rasa berlangsung di Perairan Sungai Tanjung Balai - Asahan (Tangkahan Sibagus Pulau
Simardan - Sungai Asahan Bawah Jembatan Tanjung Balai Sei Kepayang), Senin (13/12) pukul 11.00 wib
Adapun Tuntutan Para Pengunjuk Rasa Masih sulitnya Nelayan Tradisional untuk mendapatkan BBM Bersubsidi, kami mohon Presiden RI Ir. Joko Widodo melalui Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) RI memperhatikan BBM Bersubsidi Nelayan Tradisional.
Mereka juga menuntut Masih maraknya alat tangkap pukat trawl yang terlarang, kami memohon kepada aparat yang berwenang agar melakukan tindakan dan Konflik Zonasi penangkapan kerang nelayan tradisional tojok kerang dikawasan tambun tulang, Batubara Sumatera Utara.
Orasi yang disampaikan oleh orator Al Mustakim Marpaung dijawab oleh Plt. Walikota
Tanjungbalai H. Waris Thalib, S.Ag., M.M. didampingi Kapolres
Tanjungbalai AKBP Triyadi, S.H. S.I.K. yang menyampaikan Apa
yang menjadi tuntutan aksi hari ini terkait BBM bersubsidi, pemerintah
Kota Tanjungbalai akan mengusulkan kepada pertamina supaya di dirikan
pertamina di perairan sungai Asahan, Terkhusus untuk nelayan-nelayan
kecil / nelayan tradisional.
Kemudian Plt. Walikota
Tanjungbalai mengatakan Masalah dengan zona tangkap,
kedepan akan kita agendakan Forkopimda 3 kabupaten kota (Asahan,
Batubara dan Tanjungbalai) untuk menyikapi permasalahan tersebut, sehingga
dengan bersama-sama dapat membuahkan hasil yang baik.



No comments:
Post a Comment